Jumat, 22 Januari 2021

Apa itu Website Statis dan Website Dinamis?

Website adalah sekumpulan halaman yang bisa diakses dengan browser berisikan kumpulan informasi yang ditujukan untuk perseorangan atau umum. Ada banyak website yang bertebaran di internet mulai dari media sosial, toko online, e-commerce sampai dengan blog. Situs-situs tersebut memiliki manfaatnya masing-masing yang ditawarkan untuk pengguna, sistemnya ada yang sederhana sampai sangat kompleks.

Apa itu Website Statis dan Website Dinamis?
Apa itu Website Statis dan Website Dinamis?


Tapi tahukah kamu bahwa teknologi website itu terbagi kedalam dua jenis yaitu website statis dan website dinamis. Perbedaannya ada pada interaksi pengunjung dengan website serta konten yang ada di dalamnya, statis bersifat tetap sedangkan dinamis lebih fleksibel. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang apa itu website statis dan website dinamis.

Website Statis

Website statis atau website tetap adalah web yang mana kontenya tidak dapat diubah langsung oleh user maupun pengunjung. Website jenis ini hanya dapat diubah secara manual yaitu dengan mengubah scriptnya secara langsung baik teks maupun sintaks. Website statis tidak menggunakan database sehingga kontennya hanya berupa informasi-informasi saja yang tidak memerlukan interaksi lebih lanjut dari pengguna, contohnya seperti website company profile atau portofolio yang mana kontennya hanya berisikan informasi. Ukuran website statis juga relatif lebih kecil karena tidak memerlukan proses coding yang begitu rumit dan hanya memerlukan dua bahasa program saja seperti HTML dan CSS. Tujuannya dibuat website statis biasanya digunakan untuk jangka panjang sehingga isi atau kontennya tidak perlu diubah dalam waktu singkat.

Website Dinamis

Website dinamis adalah website yang konten didalamnya bisa berubah-berubah, website jenis ini memungkinkan pengguna untuk memodifikasi isi dari website seperti mengedit, menginput, menghapus, mengambil dan mengolah data, tentunya hal tersebut memungkinkan jika suatu website memiliki database agar bisa menampung data pengguna. Interaksi dari pengguna bisa berupa login, register, menambah data, upload data serta menghapus data. Sistem dari website dinamis biasanya cukup kompleks tergantung jenis website apa yang akan dibuat. Selain itu, juga dibutuhkan keahlian memrogram yang mumpuni, website jenis ini memerlukan perpaduan bahasa client side scripting yaitu HTM dan CSS dengan server side scripting seperti halnya PHP, Ruby ataupun Python. Contoh web dinamis seperti media sosial facebook, twitter, youtube dan sebagainya. 

Jadi, begitulah penjelasan mengenai apa itu website statis dan dinamis, semoga bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya dan terimakasih,


EmoticonEmoticon