Kamis, 09 Desember 2021

Apa itu Metaverse? Masa Depan Internet?

Apa itu Metaverse? Masa Depan Internet?

Akhir-akhir ini media sosial diributkan oleh pergantian nama induk perusahaan Facebook menjadi Meta. Sebenarnya yang menjadi perdebatan jagat medsos bukan hanya perkara Facebook memutuskan mengganti namanya tapi kata "Metaverse" juga ikut disorot oleh banyak pengguna internet. Jadi, apa itu Metaverse? 

Apa itu Metaverse?

Istilah Metaverse pertama kali dikenal dari penulis sains fiksi Neal Stephenson di novelnya Snow Crash yang diterbitkan pada tahun 1992. Sederhananya, Metaverse adalah penggabungan antara dunia nyata dengan virtual. Pengguna nantinya akan merasakan pengalaman yang imersif, setidaknya dalam render tiga dimensi.

Tiga dekade yang lalu, Metaverse hanyalah konsep belaka. Tapi, dengan perkembangan teknologi sekarang yang sangat pesat. Metaverse mulai mencoba diwujudkan oleh perusahan-perusahaan teknologi khususnya Facebook atau Meta.

Apa itu Metaverse? Masa Depan Internet?
Apa itu Metaverse? Masa Depan Internet?

Bisa dipastikan nantinya kita akan banyak menghabiskan waktu di sekitar perangkat. Bagaimana tidak, komunikasi akan banyak terjadi melalui virtual apalagi bisa bertemu langsung dengan profil orang lain dalam bentuk tiga dimensi. Bermain game dengan teman-teman dan bekerja juga bisa dilakukan di dunia Metaverse.

Tak hanya itu, di Metaverse kita juga bisa pergi ke konser yang diadakan secara virtual, melakukan perjalanan online seperti halnya mengelilingi konten-konten di internet dan juga membeli dan mencoba pakaian digital. Maksudnya, kamu bisa mencoba dulu pakaian tersebut secara digital, sebelum akhirnya dikirimkan di dunia nyata. Wah keren ya, pasti tidak ada lagi yang namanya salah beli.

Jika sebelumnya, kita hanya bisa melakukan panggilan video hanya bertatap muka saja menggunakan perangkat baik itu laptop atau smartphone. Metaverse tentunya bisa menawarkan solusi anti-bosan yang lebih realistis dan imersif. Jadi, karyawan-karryawan nantinya bisa bergabung langsung ke kantor virtual yang telah tersedia.

Facebook sendiri telah meluncurkan meeting software untuk perusahaan yaitu Horizon Workrooms yang bisa digunakan dengan headset Oculus VR. Di platform Horizon Workrooms tersebut pengguna bisa bergerak di dunia virtual yang dibuat berdasarkan perusahaan mereka masing-masing.

Didukung banyak pihak

Mark Zuckerberg mengharapkan konsep Metaverse ini dapat disambut baik oleh banyak orang terutama perusahaan-perusahaan. Hal ini bisa sepenuhnya terealisasikan dalam 10-15 tahun kedepan dengan catatan banyak perusahaan juga ikut mengembangkan Metaverse. Sudah ada sederet perusahaan yang menunjukan ketertarikannya seperti Nvidia, Epic Games, Roblox dan lainnya.

Baca Juga : Mengapa iPhone Mahal Tapi Tetap Laku?

Tokoh dunia seperti Bill Gates juga ikut mendukung penuh perkembangan Metaverse. Menurutnya, pandemi telah merevolusi tempat kerja dengan lebih banyak perusahaan menawarkan fleksibilitas pada karyawannya. Gates juga memperkirakan dalam dua atau tiga tahun ke depan sebagian besar pertemuan virtual akan berpindah dari gambar 2D ke ruang 3D Metaverse.

Konsep Metaverse ini sungguh menarik untuk ditunggu, kita akan melihat bagaimana perusahaan-perusahaan ini mengintegrasikan layanan-layanannya ke dalam dunia virtual. Apakah nantinya masing-masing perusahaan punya versi Metaverse-nya sendiri-sendiri atau kita bisa masuk ke dalam dunia virtual yang terdapat apa saja di dalamnya, yang perlu kita lakukan hanya mengelilinginya saja. 


Rabu, 08 Desember 2021

Apakah Pekerjaan Manusia Akan Digantikan Oleh Robot?

Apakah Pekerjaan Manusia Akan Digantikan Oleh Robot?

AI atau sering disebut dengan kecerdasan buatan adalah teknologi yang mengedepankan penciptaan mesin cerdas yang bekerja atau bereaksi sama halnya dengan manusia. Banyak orang memiliki ketakutan yang sama akan AI, pasalnya ada ahli yang mengatakan bahwa 40% pekerjaan manusia akan diambil alih oleh kecerdasan buatan dalam 15 tahun ke depan. Tapi, benarkah begitu? Jika benar, pekerjaan bagaimana yang akan diambil alih oleh AI ini? Sebelum itu, ada baiknya kamu subscribe channel ini dan nyalakan notifikasi agar tidak kelewatan video sains menarik lainnya dari channel ini. 

Laporan memperlihatkan ada 47% orang yang bekerja di Amerika serikat menghadapi resiko akan digantikan oleh mesin, sedangkan di inggris ada 35% yang menghadapi ancaman yang sama. Belum lagi, di negara-negara berkembang yang tingkatnya bisa lebih dari itu. Sebenarnya, mesin yang mengambil alih pekerjaan manusia bukanlah hal yang baru contohnya seperti pekerja pabrik yang digantikan oleh robot, check-out kasir, operator telepon dan banyak lainnya.

Apakah Pekerjaan Manusia Akan Digantikan Oleh Robot?
Apakah Pekerjaan Manusia Akan Digantikan Oleh Robot?

Jika ditanya, apakah robot akan menggantikan manusia? tentunya iya tapi tidak semudah itu. Mobil yang bisa mengemudi sendiri seperti milik Tesla, robot penghisap debu atau asisten pribadi seperti Google Home dan Alexa adalah beberapa contoh nyata implementasi kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-sehari. Tapi, jangan salah, mereka masih jauh dari kata sempurna melihat bagaimana self-driving car masih membuat beberapa kesalahan dan Alexa yang bisa dibuat bingung dengan berbagai pertanyaan walaupun akan berkembang dan meningkat dengan seiring waktu.

Tentunya hal tersebut tidak terelakkan dalam perkembangan teknologi apalagi dalam membantu tugas manusia agar lebih cepat. Kabar baiknya, manusia tidak akan benar-benar tergantikan melainkan akan sangat terbantu oleh robot mengingat dibutuhkan banyak manusia yang mengoperasikan robot tersebut agar bisa menyelesaikan tugas. Selain itu, tugas berulang yang dilakukan oleh robot bisa membuat manusia lebih fokus mengerjakan aspek lainnya yang kreatif dan tentunya juga lebih bermanfaat.

Kecerdasan buatan ataupun robot yang akan banyak menggantikan tugas manusia pun masih berjenis Narrow AI, maksudnya AI ini hanya bisa melakukan tugas-tugas yang bersifat repetitif atau rutinitas. Jadi, pekerjaan manusia yang bersifat repetitif atau berulang-ulang akan sangat mudah digantikan oleh robot di masa mendatang. Tapi, manusia juga boleh bergembira karena pekerjaan yang membutuhkan tingkat kreativitas yang tinggi akan sangat sulit digantikan oleh robot atau kecerdasan buatan. Tak hanya itu, tuntutan pekerjaan yang melibatkan keterampilan sosial, keterampilan dalam hubungan pribadi, bisa mengajar dengan persuasif dan kemampuan bernegosiasi juga hampir tidak mungkin digantikan oleh robot atau kecerdasan buatan.