Minggu, 02 Januari 2022

Mengapa YouTube Menghapus Tampilan Dislike Pada Video?

Mengapa YouTube Menghapus Tampilan Dislike Pada Video?

Berbicara video di internet, pastinya tidak jauh dari kata YouTube. Bagaimana tidak, pasalnya situs jejaring sosial berbasis video ini telah merajai jagat internet selama satu dekade lebih. Dalam perjalanannya pun, tidak ada kompetitor yang mampu menggeser kedudukan YouTube sebagai mesin pencari video terpopuler di kalangan banyak orang.

Jumlah Dislike YouTube Dihapus

Baru-baru ini YouTube mengeluarkan update terbaru yang mengatakan bahwa mereka memutuskan untuk menghapus jumlah dislike di video-video yang ada di platform mereka. Hal tersebut tentunya menjadi pembicaraan hangat warga internet. Responnya ada yang setuju dan ada juga yang tidak setuju sama sekali dengan alasan yang beragam.

Tapi, apa penyebab sebenarnya YouTube menghapus jumlah atau tampilan pada video? Simak penjelasan berikut ini.

Alasan YouTube Menghapus Jumlah Dislike

YouTube tidak main-main dalam pengambilan keputusan untuk menghapus jumlah dislike pada video-video di platform mereka. Ini dilakukan mereka demi menjaga tingkat well-being atau kesehatan mental kreatornya.

Pasalnya, banyak terjadi kasus perundungan yang ditujukan pada kreator khususnya kreator kecil. Penghapusan jumlah tersebut diharapkan bisa mengurangi kegiatan yang dilakukan oleh sekumpulan orang yang tidak bertanggung jawab.

YouTube percaya keputusan yang diambil tersebut bisa melindungi kreator dari ancaman atau gangguan contohnya seperti "Dislike attack". Dimana video milik kreator tertentu diserang dengan menekan tombol dislike, tidak peduli bagus atau tidaknya konten tersebut.

Hal ini tentunya dapat berdampak masif pada kesehatan mental atau kepercayaan diri kreator. Melihat jumlah dislike yang banyak bisa menurukan semangat kreator yang baru memulai untuk terus memproduksi video-video baru di kanal mereka. 

Media sosial disebut-disebut sebagai biang keladi atas permasalahan kesehatan mental anak muda dewasa ini. Jadi, tidak heran jika perusahaan sebesar YouTube berani mengambil keputusan penting demi alasan tersebut walaupun ada juga yang tidak setuju.


Sebelum YouTube, sebenarnya Facebook dan instagram sudah lebih dulu mengambil langkah serupa yaitu menghilangkan jumlah like atau react baik itu di postingan Facebook maupun Instagram. Tapi, Facebook dan Instagram masih memberikan kebebasan bagi pengguna untuk memakai fitur itu atau tidak.

Dislike Pada Video YouTube Tidak Sepenuhnya Hilang

YouTube dalam blognya mengatakan, walaupun jumlah atau tampilan dislike pada video dihilangkan tapi kreator tetap bisa melihat jumlah dislike secara privat di YouTube Studio.

Jumlah dislike terkadang bisa menjadi indikator penting bagi kreator untuk mengetahui video mereka memiliki performa yang baik atau buruk.

Begitu pula bagi pengguna. Jumlah dislike pada video juga menjadi indikasi bahwa video pantas ditonton atau tidak. YouTube sadar dan tidak menyangkal hal itu tapi menurut mereka keputusan ini memang harus dilakukan demi berkembangnya ekosistem yang sehat.

Beberapa Orang Tidak Setuju Dengan Keputusan YouTube

Banyak yang meragukan keputusan youtube tersebut. Mereka menganggap penghapusan jumlah dislike bukan serta merta untuk melindunngi kreator kecil.

Menurut mereka, dislike attack hampir tidak pernah terjadi pada para kreator melainkan pada korporasi-korporasi besar, untuk menunjukan kekesalan pengguna misalnya pada trailer film dan lain-lain.

Menurut saya sendiri, YouTube mengambil langkah tersebut adalah keputusan yang tepat apalagi berangkat dari alasan kesehatan mental pengguna. Bagaimana menurutmu sendiri?